Artikel

Maintenance Performance P3MB Edisi Ke 4 Kalibrasi Peralatan Volumetrik Sesuai KAN Pd-02.08

Maintenance Performance P3MB Edisi Ke 4 Kalibrasi Peralatan Volumetrik Sesuai KAN Pd-02.08

Maintenance Performance P3MB Edisi Ke 4 Kalibrasi Peralatan Volumetrik Sesuai KAN Pd-02.08

Kegiatan dibuka oleh Bapak M. Nur Jamaludin selaku Wakil Ketua Umum P3MB. Pada pembukaan ini, dijelaskan mengenai organisasi dan kegiatan organisasi. Sebelum penyampaian materi, dibacakan profil dari narasumber, Bapak Yudo Purnumo, Wakil Ketua Umum 2 P3MB.

Pemaparan materi dimulai dengan penjelasan mengenai pentingnya kalibrasi peralatan volumetrik di mana peralatan ini menjadi salah satu peralatan utama yang dipakai dalam pengujian. Dijelaskan juga mengenai metode - metode standar yang dipakai dalam kalibrasi peralatan volumetrik. Khusus untuk KAN Pd-02.08, kalibrasi ini mencakup peralatan volumetrik primer seperti labu ukur, pipet volume, burette, dan peralatan volumetrik lainnya yang non-piston (seperti micro-pipette).  Pada pedoman ini, prinsip kalibrasinya menggunakan metode gravimetri.


Prinsip kalibrasi peralatan volumetrik pada umumnya tidak memerlukan kalibrasi ulang selama tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil pengujian atau tidak mengalami perubahan yang berarti pada volumenya. 


Selanjutnya dijelaskan juga mengenai prosedur pembersihan alat volumetrik yang akan dikalibrasi dengan menggunakan bahan yang diijinkan serta bagaimana caranya melihat miniskus untuk memperkecil kesalahan hasil kalibrasi peralatan volumetrik. Setelah itu, dijelaskan tentang rumus dan perhitungan kalibrasi beserta budget ketidakpastiannya.

2. Sesi Tanya Jawab
Selain pemaparan materi, disisipkan juga sesi tanya jawab saat jeda materi. Para peserta webinar mengajukan pertanyaan kepada narasumber dan di jawab untuk tiap 2 orang penanya. Peserta bertanya melalui kolom chat maupun menggunakan fitur raise hand pada aplikasi zoom.
a. Diky Subahudin, BSPJI Banjar Baru : Bagaimana persyaratan neraca yang digunakan dalam kalibrasi peralatan kalibrasi?
Yudo : menjelaskan persyaratan seperti dalam slide

b. Wahyu Pradana : apakah ada penjelasan, apakah yg dimaksud dengan frosting? Klo tidak salah tadi sempat disebutkan pada saat pembersihan alat gelas
Yudo : Skala pada alat gelas mulai buram karena sering dipakai untuk menampung asam atau basa kuat, pemanasan, dan karena usia

c. Herbet Erwin : ada suatu asumsi yang menyatakan, bahwa gelas ukur yang mempengaruhi pengujian, apabila dipergunakan pada suhu diatas 70 derajat wajib untuk di rekalibrasi pada tentang waktu tertentu... mohon penjelasannya terkait dgn apa yg disampaikan oleh pak yudho tadi.. thanks
Yudo : suhu di atas 70 derajad dapat membuat skala menjadi buram, biasanya pada alat volumetrik dengan material boron silikat kelas A dan B, soda lime, dan plastik. Sehingga memerlukan kalibrasi ulang.

d.Herbet Erwin : saya setuju, mengenai resiko pengamatan pada miniskus, dimana memberikan nilai budget ketidakpastian pada nilai repetabilitasnya yg tinggi. mohon info penjelasannya, untuk menghindari penyimpangan yg tinggi, apakah ada teknik bagaimana cara memastikan mengamati miniskus tersebut
Yudo : Untuk peralatan volumetrik yang terbuat dari bahan gelas, meniscus harus diatur sedemikian hingga batas atas garis skala atau garis kapasitas menyentuh permukaan meniskus terendah secara horizontal, garis batas atas skala terlihat segaris dengan batas bawah meniskus. Selain itu perlu dilakukan pengambilan data berulang - ulang dan dengan percobaan.

e. Silvia Restiana, BSPJI Pekanbaru : izin bertanya pak, pertama, untuk kalibrasi labu ukur mengikuti Langkah yang telah bapak jelaskan maka untuk pengulangan ke dua dan tiga itu bagaimana mendapatkan bobot kosongnya sementara alat dalam keadaan tidak kering? kedua, untuk kalibrasi pipet itu untuk sisa air yang tertinggal di alat apakah harusnya di keluarkan atau dianggap habis? dan ketiga, untuk pembacaan miniskus mohon di jelaskan lagi pak, karna beda alat beda juga bentuk miniskusnya, dan kadang tidak kelihatan miniskus nya pak
Yudo: kalau untuk peralatan volume inside, jika tidak kering dapat menggunakan alat bantu seperti bulb. Kalibrasi harus isi nya sampai habis.

f. Muhamad Ramli, Lab Nutrisi:Apakah alat gelas yang telah dikalibrasi dapat dipakai untuk mengukur segala jenis zat cair
Yudo:Bisa, karena media yang digunakan seperti aquadest hanya untuk menunjukkan volume terukur. Maka kalibrasi tidak perlu mengikuti bahan yang digunakan dalam kegiatan sehari - hari. Hanya perlu memperhatikan teknik pembersihannya.

g. ijin bertanya, untuk perbedaan antara class A dan B secara fisiknya pa mohon untuk di jelaskan terimakasih
Yudo: Pada prinsipnya materinya sama-sama boron silikat. Perbedaannya terletak pada waktu alirnya. Untuk membedakannya, ada tulisan di dinding gelas. Jika tidak ada dapat mengacu ke standar internasional seperti ISO 648:2008 untuk memverifikasi kecepatan alirnya.

h. Herbet Erwin : pak yudho, apakah kita boleh melakukan kalibrasi di tempat lab yang kita layani dgn asumsi persyaratan infrastrukturnya dipenuhi. thanks
Yudo: Boleh, selama persyaratan peralatan, infrastruktur, dan lingkungan dapat terpenuhi

i. Nur. Jamaludin : Pak Yudo, dalam budget disebutkan nilai meniscus dalam satuan ml, bagaimana mentransfer nilainya sedangkan kita kalibrasinya dengan metode penimbangan
Yudo : Kita lakukan percobaan berulang, minimal 10 kali. kemudian dikonversi seperti biasa ke dalam satuan massa, mengikuti prosedur yang ada dalam panduan atau metode standar

j.Khairina Sarah, BPSMB Kalsel : apakah nilai U95 miniskus dapat dipergunakan seterusnya, atau harus diperbaharui secara berkala?
Yudo : Harus diperbaharui, dan untuk interval nya ditentukan oleh lab itu sendiri dengan mempertimbangkan pengaruhnya terhadap hasil pengukuran volume.

i.Adriva trizar_BBSPJIA  : izin bertanya pak untuk kalibrasi pipet volum atau buret pada khususnya apakah air yg didalam harus keluar semua? dan pada kasus buret, apakah flow buka maksimal(jadi banyak air yg tertinggal) atau flow minimal supaya tidak ada yg tertinggal?
Yudo: Kalau di burette, sebisa mungkin ujungnya sedekat mungkin dengan penampung agar tidak terjadi percikan. Dan harus dilakukan perlahan.
Adriva trizar_BBSPJIA : jika pada pippette volume, bagaimana cara mengeringkan cairan yang tertinggal di dalam dinding pippette?
Yudo: Cairan yang tertinggal biasanya disebabkan oleh adanya kotoran di dalam dinding pippette, maka harus dibersikan terlebih dahulu. karena jika kondisinya bersih, terutama untuk Kelas A, maka aliran akan bagus dan tidak ada cairan tertinggal.

j.Agus Hadi Wibowo : mohon ijin bertanya, apakah user di laboratorium saat menggunakan tidak di suhu saat kalibrasi, apakah harus di lakukan regresi dulu terhadap koreksi alat volumetric yang dipakai, missal di suhu 27 derajat
Yudo :

k. Nur Jamaludin : izin bertanya : Jika hasil kalibrasi peralatan volumetric didapatkan bahwa nilai koreksi + U95 > toleransi alat. apakah yang harus dalakukan oleh pengguna alat?
Yudo: Harus dicek CMC lab kalibrasi seberapa besar. Pastikan CMC lebih kecil dari pada toleransi alat yang dipersyaratkan dalam metode standar. Jika CMC nya sudah sesuai namun nilai koreksinya sudah tidak memenuhi toleransi alat, maka alat tersebut sudah tidak layak untuk dipakai sesuai persyaratan dalam metode standar yang digunakan.

l. Rahmawati, Lab Kesuburan tanah : Mohon izin Bertanya. Kadang untuk praktikum, kami menggunakan gelas ukur plastik. Apakah ketelitian gelas ukur berbahan plastik dan kaca bisa di samakan?apakah metode kalibrasi yg telah bapak share td bisa juga di gunakan utk kalibrasi gelas ukur berbahan plastik?
Yudo: Ketelitian merupakan hasil dari kalibrasi dan tidak dipengaruhi oleh bahan dasarnya. kecuali jika sudah terjadi perubahan struktur, maka harus dikalibrasi ulang. Untuk pedoman yang dijelaskan pada hari ini dapat digunakan pada gelas ukur berbahan dasar plastik.

m. ijin bertanya pak, apakah setiap pengulangan pengujian ketika menimbang kosong harus di bersihkan dlu labunya sampe tidak ada tersisa di dalam labu, apa perbedaan dengan Class B dengan boleh tersisa dalam labunya pa
Yudo:Untuk pengulangan, harus dipastikan kering terlebih dahulu.

sharing dari pak Nur Jamaludin terkait persyaratan timbangan yang dipakai dalam kalibrasi Volumetrik menurut UKAS

n. Wahyu pradana : izin bertanya Pak Jamaluddin, bagaimana mengevaluasi linearitas yg ada di dokumen UKAS tsb?
Nur Jamaluddin: untuk mengevaluasi linearitas bergantung pada linearitas timbangan yang digunakan. jadi terlebih dahulu dievaluasi linearitas timbangan yang digunakan.
Yudo:Evaluasi linearitas dapat juga dilakukan dengan evaluasi per 10% skala pipet tersebut selama masih bisa dilakukan. Jika 10% kapasitas terlalu kecil dan sangat sulit dilakukan, maka evaluasi linearitas tidak perlu sampai 10% dan dapat digunakan nilai yang lebih besar


Artikel lainnya:

Silahkan masuk untuk menambahkan komentar. Tidak punya akun? Daftar akun.