Maintenance Performance Series 3 : Kalibrasi Enklosur Suhu Sesuai Dengan KAN Pd-02.04
Kegiatan dibuka oleh Bapak Herbet Erwin Manurung, selaku ketua umum P3MB. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan webinar ini merupakan salah satu komitmen P3MB untuk memfasilitasi para anggotanya dalam mengembangkan kompetensi serta memenuhi kebutuhan akan pelatihan personil. Oleh karena itu, hendaknya bagi yang sudah menjadi anggota agar dapat mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan oleh organisasi mengingat pentingnya dan manfaat yang bisa didapatkan. Selain itu beliau mengajak peserta webinar, terutama Pejabat dan Calon Pejabat Penguji Mutu Barang, agar segera bergabung dengan P3MB.


Materi Webinar dibawakan oleh Bapak Yudo Purnomo, PMB Ahli Madya dari BSPJI Padang. Penjelasan materi dimulai dengan pemaparan mengenai prosedur pelaksanaan kalibrasi alat enklosur suhu sesuai dengan KAN Pd-02.04. Pada pedoman ini dijelaskan mengenai istilah dan definisi dalam kalibrasi enklosur serta Teknik kalibrasinya, seperti bagaimana menghitung dimensi ruang kerja dan jumlah sensor yang dibutuhkan dalam mengkalibrasi alat enklosur suhu. Kondisi peralatan harus dalam keadaan kosong, dan pengukuran dimulai Ketika keadaan mantap. Pedoman ini tidak termasuk untuk alat yang mengukur selain suhu yang dilakukan bersamaan. Contohnya : Autoclave. Saran dari Bapak Yudo, Ketika sedang melakukan kegiatan kalibrasi, sebaiknya harus didampingi oleh petugas dari laboratorium atau perusahaan pengguna jasa. Kondisi dari alat yang akan dikalibrasi harus dilaporkan kepada pengguna jasa. Ketika melakukan pengolahan data, harus dimasukkan budget ketidakpastian dari semua faktor yang memiliki kontribusi terhadap pengukuran suhu enklosur.
Selain pemaparan materi, disisipkan juga sesi tanya jawab saat jeda materi. Para peserta webinar mengajukan pertanyaan kepada narasumber dan di jawab untuk tiap 2 orang penanya. Peserta bertanya melalui kolom chat maupun menggunakan fitur raise hand pada aplikasi zoom.
Erwin : Jika pada autoclave yang tidak kedap udara, apakah pedoman ini tidak berlaku?
Yudo : Tidak pak, karena persyaratannya harus kedap udara
Agus :mohon ijin bertanya, apabila ada beban maka bisa di masukkan perhitungan ketidakpastiannya pada efek pembebanan, berapa % pembebanan yang bisa di ijinkan dalam ruang enclosure?
Yudo : est 20% dari keseragaman suhu. Namun jika ada literatur yang lain dapat juga digunakan.
Sam LK BBSPIJKKP : ijin bertanya pak yudo,untuk enclosure bentuk rectangular dengan volume >1m3 apakah harus menggunakan 27 sensor? semisal volume 1.2m3, atau boleh kurang dari 27sensor? mohon pencerahannya
Yudo : Untuk perhitungan jumlah sensor dapat mengacu ke metode standar AS2853. Biasanya 12 - 13 sensor
Herbet : ijin bertanya untuk rumus Koreksi yang di jelaskan pak Yudho, selama ini perhitungan Koreksi didapat dari pembandingan nilai pada pembacaan Standar dikurangi nilai pembacaan pada alat yang dikalibrasi. mohon diperjelas lagi Pak Yudho.thanks
Yudo : suhu penunjukan di data logger harus ditambahkan dengan nilai koreksi di sertifikat kalibrasi master standar. Kemudian dikurangi dengan penunjukan alat
Ahmad masrur : mohon penjelasan pak, bukannya TLAS ini sdh dicabut? knp msh dipakai?
Yudo : Betul pak, tapi banyak lab kalibrasi masih memakai, dan masih relevan.
Hidayah Cahya, BBSPIJKB : ijin bertanya pak, kebetulan saya baru bergabung, untuk derajat kebebasan di bebebrapa budget ada yg tak terhingga? itu alasannya apa ya pak??
Ahmad Masrur: Jika R nya tidak diketahui, maka dipakai derajad bebasnya tak terhingga
Irwan Rasyid : Ijin bertanya pa yudo, untuk kalibrasi autoclave bolehkah dikalibrasi terpisah antara suhu dan tekanannya? pressure gauge di kalibrasi tersendiri
yudo: Untuk autoclave manual, dengan pressure gauge yang terpisah boleh saja. Namun, jika menyatu, tidak boleh dipisah
FIrman Nugraha , balai selulosa : @ Pak Yudo, mumpung masih inget nih, saya agak sedikit lupa alasan kenapa sumber ketidakpastian untuk Repeatability nya tidak mengambil dari standar deviasi datanya ya ? mohon penjelasan
yudo: kalau dari deviasi kalibrator standar, pada suhu rendah akan cenderung lebih rendah sehingga kurang menunjukkan nilai yang sebenarnya, dan menyebabkan over estimate dalam perhitungan KP.
Noor Sehan, PT. Insan Bonafide : Apakah alat bantu yang digunakan untuk mengukur suhu Oven,ada standar dan bobotnya karena alat tersebut akan menyerap panas suhu didalam oven
Yudo:Secara logika, Bobot dari alat bantu memang akan mempengaruhi hasil pengukuran. Namun perbedaan yang dihasilkan tidak signifikan. Menurut pengalaman kami di BSPJI, hal ini masih dapat diterima dibandingkan dengan resiko terjadinya pergeseran dari sensor suhu.
Agus Hadi , BPSMB Kalsel : Untuk autoclave modern sebenarnya sensor dapat dilepas. Namun secara logika jika ingin mengkalibrasi autoclave, suhu dan tekanan akan naik secara linear. Maka kalibrasi harus secara bersamaan. Salah satu tekniknya dengan menggunakan adapter atau modifikasi alat dengan memperhatikan jangan sampai ada tekanan yang bocor. Saya ada pertanyaan bagaimana untuk alat yang khusus seperti yang dipakai di oil and gas, yang tidak dapat diaplikasikan efek radiasi dinding
Yudo : Saya setuju dengan pak Agus. Ada beberapa alat data logger khusus untuk mengukur suhu dan tekanan secara bersamaan. Kalau terpisah memang tidak disarankan. Efek radiasi bisa dicari atau dihitung atau diestimasi menyesuaikan dengan peralatan dan literatur yang ada.
Anisa R : Mohon pencerahannya pak yudo. Untuk syarat keberterimaan hasil kalibrasi suhu apakah masih menggunakan AS 2853-1986 seperti yang dijelaskan pada hal 10. Appendix A : R<R0? Atau ada referensi lain pak ? Terimakasih.
Yudo: Dalam KAN Pd-02.04, tidak ada syarat keberterimaan. Namun jika AS 2853 ingin dipakai, silahkan saja.
Arya : Jika menggunakan las argon untuk menyambung thermocouple, apakah suhunya tidak terlalu panas dan membuat thermocouple meleleh habis?kemudian jika kita menggunakan tipe thermocouple tanpa selubung insulasi, apakah berpegaruh terhadap hasil pengukuran suhu?
Yudo: penggunaan gas argon disarankan karena gas nya bersifat inert dan tidak menyebabkan korosi pada thermocouple. Untuk penggunaan, harus dikuasai tekniknya agar thermocouple tidak habis. Penggunaan thermocouple tanpa selubung dapat mempengaruhi hasil pengukuran jika suhu yang diukur medekati suhu lingkungan sekitar.
Agus Hadi : penggunaan las argon bisa dikondisikan secukupnya saja untuk sedikit melelehkan logam thermocouple agar kedua ujung bisa menyatu, perlu Latihan agar penyatuan bisa dilakukan dalam waktu singkat sehingga tidak memakan habis thermocouple.
Brando: Salah satu alternatif adalah menggunakan point welder yang menggunakan tenaga listrik, di mana penggunaannya cukup praktis dan alatnya relatif kecil dan mudah dibawa ke mana - mana.
khusus anggota : Link Sertifikat, Materi, dan Laporan
